Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Subscribe to Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung feed
Updated: 21 min 55 sec ago

Rumput Laut Diolah Minuman Jelly, Noni Hidayat Dorong Kader PKK Kembangkan Jadi Produk Unggulan UMKM

Thu, 09/24/2026 - 20:23

PANGKALPINANG — Rumput laut diolah menjadi minuman jelly dengan berbagai varian rasa oleh siswa SMKN 4 Pangkalpinang. Inovasi itu dipelajari kader TP PKK Kelurahan Air Mawar untuk dikembangkan sebagai peluang usaha UMKM.

Pelatihan vokasional pengolahan hasil perikanan dan edukasi peningkatan daya saing produk tersebut, digelar di SMKN 4 Pangkalpinang, Kamis (24/9/2026).

Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, turut hadir dalam kegiatan itu.

Berkenaan dengan hal tersebut, Noni mendorong kader PKK Air Mawar memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk menciptakan produk bernilai ekonomi dan mengembangkan potensi bahan pangan lokal.

“Ini bisa menjadi produk UMKM yang bisa kita tiru dan inovasi. Harapannya, ini bisa menjadi salah satu produk unggulan UMKM kita,” ujar Noni.

Menurut Noni, pengolahan rumput laut menjadi minuman jelly menunjukkan hasil perikanan dapat dikembangkan menjadi produk baru dengan beragam pilihan rasa.

“Biasanya kita air jeruk kunci, sekarang ada satu inovasi lagi. Kita membuat minuman jelly rumput laut dengan berbagai varian rasa. Senang sekali, karena kami mendapatkan banyak ide dan wawasan baru,” katanya.

Noni mengatakan, keamanan pangan menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan sebelum produk UMKM dipasarkan.

“Perlu sertifikasi supaya pengelolaan produk aman dikonsumsi dan usaha UMKM-nya bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Linda Yustika, mengatakan pelatihan tersebut memberinya ide untuk mengembangkan usaha baru.

“Kalau ada pengalaman baru seperti ini, kita bisa belajar dan menambah usaha baru. Dari sini saya bisa mendapatkan ide untuk mengembangkan usaha,” kata Linda.

Di kesempatan yang sama, Kepala SMKN 4 Pangkalpinang, Ahmad Firmansyah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus meningkatkan kompetensi pengolahan hasil perikanan.

Untuk diketahui, Kader PKK Air Mawar mengikuti praktik langsung pengolahan minuman tersebut bersama 15 siswa SMKN 4 Pangkalpinang dari jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHP).

Dalam pelatihan itu, peserta mendapat edukasi mengenai peningkatan daya saing produk, mencakup inovasi, kualitas pengolahan, keamanan pangan dan sertifikasi produk.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yoska Pranata Fotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Diklat Pendidik, Noni Hidayat Tegaskan Babel Perlu Guru PAUD Berkualitas dan Bersertifikasi

Thu, 09/24/2026 - 19:24

PANGKALPINANG — Persoalan kekurangan Guru PAUD di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi salah satu atensi Bunda PAUD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani.

Menurut Noni, dalam mengatasi persoalan tersebut, tidak cukup jika hanya berfokus pada pemenuhan dari sisi kuantitas semata, melainkan harus dibarengi pula dengan peningkatan kualitas.

Hal itu disampaikan Noni dalam sambutannya, saat menghadiri Diklat Berjenjang Tingkat Dasar dan Tingkat Mahir bagi 65 pendidik PAUD, yang digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Bangka Belitung, di Kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Bangka Belitung, Kamis, (24/9/2026).

"Bangka Belitung memang kekurangan guru PAUD, tapi di sisi lain, kita (Babel, red) juga memerlukan guru-guru PAUD yang berkualitas dan memiliki sertifikasi sesuai dengan bidangnya," ujar Noni.

Oleh karenanya, kata Noni, peningkatan kompetensi guru PAUD menjadi komponen penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini.

Pelaksanan diklat ini, lanjut dia, menjadi salah satu momentum untuk memperkuat profesionalisme pendidik, termasuk mendukung pemenuhan legalitas dan sertifikasi guru PAUD sesuai bidangnya.

"Saya menilai diklat ini sangat penting guna meningkatkan kompetensi, kualitas, dan profesionalisme guru atau tenaga pendidik PAUD dalam memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan fase tumbuh kembang anak," ucapnya.

Lebih lanjut, menurut perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi pembentukan karakter dan mendukung proses tumbuh kembang anak.

Karena itu, Noni dalam kesempatan itu mengapresiasi dedikasi para guru PAUD yang mengikuti diklat tersebut di tengah tanggung jawab mereka sebagai guru dan anggota keluarga.

Noni berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan dengan baik dan lulus ujian sertifikasi dengan hasil terbaik. Upaya tersebut, kata Noni, diharapkan turut mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.

Sementara itu, Ketua PW HIMPAUDI Bangka Belitung, Djuariningsih, mengatakan peningkatan kualitas layanan PAUD harus dimulai dari profesionalisme dan kompetensi pendidik.

Menurut dia, salah satu langkah yang ditempuh HIMPAUDI ialah melalui pelaksanaan diklat berjenjang.

"Diklat berjenjang ini menggunakan sistem terintegrasi, mulai dari pendataan, pre-test, post-test hingga tugas mandiri," kata Djuariningsih.

Menutup pernyataannya, Djuariningsih berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kompetensi guru PAUD di Bangka Belitung, sehingga mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi anak usia dini di Negeri Serumpun Sebalai.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Idris/FerdinandEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Edukasi PHBS, Noni Hidayat Ajarkan Cara Cuci Tangan dan Gosok Gigi yang Benar ke Anak PAUD

Thu, 09/24/2026 - 18:57

PANGKALPINANG — Kebiasaan hidup bersih dan sehat perlu ditanamkan sejak anak berusia dini. Oleh karenanya, sebagai bagian dari edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani mengajarkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar kepada anak-anak PAUD.

Edukasi itu disampaikan Noni kepada anak-anak TK Al-Hikmah Sinar Bulan, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, Kamis (24/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Noni mengajak anak-anak mempraktikkan kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Selain mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, kata Noni, anak-anak juga diajarkan tentang waktu yang tepat untuk menyikat gigi.

"Kita mengedukasi anak-anak agar memiliki perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan yang benar, perilaku menggosok gigi yang benar, berapa kali sehari seharusnya dilakukan di rumah sehingga ini menjadi kebiasaan yang baik," ujar Noni.

Menurut Noni yang juga Bunda PAUD Bangka Belitung, pembiasaan PHBS sejak usia dini penting dilakukan, guna mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus membentuk generasi yang sehat dan cerdas.

Noni dalam kesempatan itu juga mengingatkan anak-anak untuk menyikat gigi dua kali sehari, yakni setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.

"Setiap hari kita harus sikat gigi, dua kali yakni sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur," ucapnya.

Lebih lanjut,, Noni juga menjelaskan pentingnya mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun, terutama setelah bermain atau beraktivitas.

Kebiasaan tersebut, menurut Noni, sangat diperlukan karena tangan dapat menjadi media perpindahan bakteri yang berpengaruh terhadap kesehatan.

Sementara itu, dokter gigi RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, drg. Suniti, mengatakan pembentukan kebiasaan menjaga kesehatan gigi anak membutuhkan peran aktif orangtua dan guru.

Orangtua, kata Suniti, perlu mendampingi dan membiasakan anak menyikat gigi pada waktu yang tepat, yakni setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.

"Langkah sederhana ini menjadi pondasi penting untuk menanamkan kesadaran akan kebersihan dan kesehatan gigi anak," ujarnya.

Menutup pernyataannya, Suniti mengimbau orang tua dan guru harus membiasakan anak mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, rutin menyikat gigi, serta memeriksakan kesehatan gigi setiap enam bulan.

 

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Idris/FerdinandEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP PKK Babel Bersama DPUPRPRKP Kolaborasi Laksanakan Program Sanitasi

Wed, 09/23/2026 - 18:55

PANGKALPINANG — Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), melakukan audiensi ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (23/9/2026).

Kedatangan rombongan yang dipimpin langsung Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani itu, disambut langsung oleh Kepala DPUPRPRKP, Jantani Ali beserta jajarannya.

Noni mengatakan, audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TP PKK dan DPUPRPRKP Babel melalui penyelarasan program yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kolaborasi itu sekaligus diarahkan untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta visi dan misi Gubernur Babel Hidayat Arsani.

"Saat ini, TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sedang menyusun berbagai program. Kedatangan kami ke DPUPRPRKP hari ini, untuk berkoordinasi terkait program apa saja yang bisa dikolaborasikan dengan PKK," jelas Noni Hidayat.

Noni menyebutkan, program sanitasi menjadi salah satu rencana aksi yang akan dikolaborasikan antara TP PKK dan DPUPRPRKP.

"Setelah berbincang-bincang dengan Pak Jantani beserta jajaran, kami menemukan sejumlah rencana aksi, salah satunya terkait program sanitasi. Ini kita lakukan, sebagai upaya nyata dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Visi Misi Gubernur Hidayat Arsani," sambungnya.

Menurut Noni Hidayat, program sanitasi relevan dikolaborasikan dengan PKK, karena pelaksanaannya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain mendukung kesehatan lingkungan, sanitasi juga berkaitan erat dengan upaya pencegahan stunting.

"Program sanitasi cocok dengan PKK, karena PKK kan ada program pemberdayaan masyarakat, kemudian ada juga pengentasan stunting, yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan," ujarnya.

Noni menambahkan, sanitasi yang baik merupakan kebutuhan penting masyarakat karena berkaitan erat dengan kesehatan lingkungan dan upaya pencegahan stunting. Karena itu, TP PKK Babel bersama DPUPRPRKP akan berkolaborasi dalam pelaksanaan program sanitasi tersebut.

"Sanitasi yang baik juga dibutuhkan masyarakat, jadi sangat cocok sekali. Kami karena itu juga mempengaruhi stunting. Jadi kami akan berkolaborasi dengan DPUPRPRKP untuk program sanitasi ini," tambahnya.

Noni melanjutkan, seluruh rencana aksi yang dicanangkan, tetap akan menyesuaikan dengan kekuatan anggaran di daerah.

"Terkait anggaran, kita tetap menyesuaikan dengan kekuatan anggaran daerah, kita semua tahu saat ini sedang efisiensi. Program sanitasi ini sudah berjalan, jadi tinggal ke launchingnya saja yang belum. Setelah di-launching, akan kita kuatkan, agar masyarakat kita sanitasinya semakin sehat," pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Vera/YoskaEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Hadiri Penguatan TP PKK hingga Posyandu Se-Indonesia, Noni Hidayat Tegaskan Komitmen Perkuat 3 Pilar Keluarga

Mon, 09/21/2026 - 19:20

JAKARTA – Ketua TP PKK, TP Posyandu Provinsi dan Dekranasda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, menghadiri kegiatan Penguatan Lembaga TP PKK, Dekranasda dan Posyandu se-Indonesia Wilayah Barat, di Hotel Bidakara Jakarta, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Umum TP PKK, TP Posyandu dan Dekreanasda Pusat, Tri Tito Karnavian itu, diselenggarakan untuk menguatkan kelembagaan tiga organisasi perempuan tersebut, sebagai pilar utama ketahanan keluarga Indonesia.

Berkenaan dengan hal ini, Noni Hidayat menegaskan bahwa dirinya berkomitmen memperkuat 3 Pilar utama Keluarga, meliputi pengembangan ekonomi kreatif, pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat.

"Kita sama-sama ketahui jika Dekranasda bergerak di hulu pengembangan ekonomi kreatif dan kerajinan, TP PKK bergerak di hulu pemberdayaan keluarga dan masyarakat,” jelas Noni Hidayat

“Sementara itu Posyandu bergerak di hulu pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat. Jika lembaga ini bekerja masing-masing, outcome-nya tidak maksimal, jadi harus seiring sejalan,” sambungnya.

Noni Hidayat mengatakan, tujuan dasar tiga organisasi perempuan tersebut, saling beririsan dan berada dalam ekosistem yang sama, sehingga implementasinya tak dapat dipisahkan.

Lebih lanjut Noni Hidayat berharap, penyelenggaraan kegiatan penguatan ini dapat menjadi momentum kolaborasi, untuk mewujudkan keluarga sejahtera, sehat dan berdaya secara ekonomi di Indonesia, khususnya di Bangka Belitung.

"Mari bersama kita pastikan tidak ada lagi keluarga yang sehat tapi tidak sejahtera, tidak ada lagi keluarga yang produktif tapi anaknya stunting,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum TP PKK, TP Posyandu dan Dekreanasda Pusat, Tri Tito Karnavian, dalam sambutannya mengemukakan bahwa penguatan kelembagan ketiga organisasi perempuan tersebut, merupakan upaya terintegrasi untuk meningkatkan ketahanan keluarga. “TP PKK, Dekranasda, dan Posyandu tidak bisa berjalan sendiri. Ketiganya adalah satu kesatuan,” ujarnya.

Menurut Tri, meskipun ketiga organisasi perempuan tersebut berbeda karakteristik, namun ketiganya memiliki satu tujuan besar untuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut menurut Tri, tujuan dasar ketiga organisasi perempuan tersebut tidak akan tercapai, jika tata kelolanya belum kuat.

"Karena tata kelola merupakan pondasi bagi pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi secara efektif, terarah dan berkelanjutan," ucapnya.

Untuk diketahui, selain Noni Hidayat, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua TP PKK, TP Posyandu dan Dekranasda tingkat kabupaten/kota se-Bangka Belitung di antaranya, Evi Astura Markus, Elizia Riza Herdavid, Hastari Wardianti Djoni Alamsyah dan Susanti Saparudin.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: ImeldaFotografer: ImeldaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Ketua TP-PKK Noni Hidayat Ikuti TNI Babel Run 2026, Apresiasi Antusiasme Masyarakat

Sun, 09/20/2026 - 13:43

PANGKALPINANG – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat umum digelar di Makorem 045/Garuda Jaya (Gaya), Pangkalpinang, Minggu (20/9/2026).

Ribuan peserta memadati kawasan Makorem 045/Garuda Jaya sejak pagi untuk mengikuti ajang lari dengan kategori 5 kilo meter dan 10 kilometer. Kegiatan berlangsung meriah dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, turut hadir dan melakukan penekanan tombol sebagai simbolis pelepasan peserta TNI Babel Run 2026 tersebut.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, juga melepaskan bendera start.

Noni Hidayat mengapresiasi Korem 045/Garuda Jaya yang menginisiasi kegiatan olahraga sekaligus berbagai kegiatan kemasyarakatan di Bangka Belitung.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan lebih aktif berolahraga.

"Hari ini (20/9/2026) saya hadir untuk mengikuti TNI Babelrun bersama-sama dengan Forkopimda dan masyarakat. Kegiatan ini merupakan  momentum untuk mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat," ungkap Noni.

Noni sangat senang melihat tingginya antusiasme masyarakat mengikuti TNI Babel Run 2026 ini. "Semangat dan kebersamaannya terasa sekali. Saya mengapresiasi antusiasme tinggi masyarakat yang mengikuti lomba lari ini dan saya ucapkan selamat kepada para pemenang. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan," sambungnya.

Usai kegiatan, Noni juga menyerahkan hadiah kepada juara kategori 10 kilometer umum putri.

Sementara itu, Danrem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi, mengatakan TNI Babel Run merupakan bagian dari kegiatan Fun Run yang digelar secara serentak di jajaran satuan TNI di seluruh Indonesia bersama Mabes TNI.

"Kegiatan TNI Fun Run ini serentak dilakukan di seluruh satuan militer yang ada di Indonesia bersama Mabes TNI. Saya melihat masyarakat Bangka Belitung ini kesadaran lari sangat tinggi. Karena itu kita wadahi kegiatan TNI Babel Run dengan kategori 5 dan 10 kilometer," jelas Nur Wahyudi.

Nur Wahyudi menambahkan, TNI Babel Run 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk meningkatkan kebugaran sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

"TNI Babel Run 2026 ini dilaksanakan untuk meningkatkan kebugaran serta mempererat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat," sambungnya.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan iringan musik, yel-yel penyemangat, pembagian hadiah, serta berbagai doorprize bagi peserta.

Selain TNI Babel Run, rangkaian HUT ke-81 TNI di Bangka Belitung juga diisi dengan sejumlah kegiatan sosial, di antaranya bakti sosial, sunatan massal, donor darah, dan pembagian sembako kepada masyarakat.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Ferdinan/ YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pemprov Babel Serahkan Hadiah Pemenang Pawai dan Karnaval HUT ke-81 RI, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya

Thu, 09/17/2026 - 19:09

PANGKALPINANG ¬- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyerahkan hadiah kepada para pemenang pawai, karnaval, kendaraan hias, dan parade drumband dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan uang pembinaan dengan total Rp180 juta, serta piala dan piagam penghargaan kepada para pemenang dari seluruh kategori.

Penyerahan hadiah, dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang diwakili Asisten Administrasi Umum, Elius Gani, di kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (17/9/2026).

Mengawali sambutannya, Elius Gani, mengemukakan bahwa selain sebagai ajang kompetisi, pelaksanaan Pawai dan Karnaval HUT ke-81 RI juga menjadi sarana membangun karakter, kekompakan, semangat kekeluargaan, serta menjadi wadah bagi masyarakat untuk menumbuhkan kreativitas di tengah keberagaman budaya daerah.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak, mulai dari para panitia, juri, peserta dan seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tahun 2026," tutur Elius.

"Selamat kepada para pemenang. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada semua yang telah berpartisipasi menyemarakkan HUT RI," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Elius mengajak seluruh pihak kembali berkontribusi dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-82 Kemerdekaan RI pada 2027 mendatang. Ia berharap, semangat kebersamaan yang telah terbangun melalui rangkaian kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan.

Sementara itu, Sekretaris Bakesbangpol Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riza Aryani, dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia telah terlaksana dengan baik, lancar, tertib dan sukses.

"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas kehadiran dan partisipasinya, sehingga rangkaian kegiatan ini terlaksana dengan baik, lancar dan tertib," ucap Riza.

Berikut daftar lengkap pemenang Pawai HUT RI ke-81 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Pemenang tanggal 3 September 2026:

 

1.           Pawai Baris-Berbaris (PBB)

A.          Tingkat SD Putra

•            Juara I : SDN 3 Pangkalpinang

•            Juara II : SD Negeri 24 Pangkalpinang

•            Juara III : SD Negeri 12 Tempilang

 

B.           Tingkat SD Putri

•            Juara I : SDN 1 Pangkalpinang

•            Juara II : SDN 1 Mendobarat

•            Juara III : SDN 3 Pangkalpinang

 

C.           Tingkat SMP Putra

•            Juara I : SMP Negeri 7 Pangkalpinang

•            Juara II : SMP Negeri 2 Pangkalpinang

•            Juara III : SMP Negeri 1 Pangkalpinang

 

D.          Tingkat SMP Putri

•            Juara I : SMP Negeri 2 Pangkalpinang

•            Juara II : SMP Negeri 7 Pangkalpinang

•            Juara III : SPAMA Pangkalpinang

 

E.           Tingkat SMA/SMK Putra

•            Juara I : Baruna SMAN 1 Sungailiat

•            Juara II : SMK Negeri 4 Pangkalpinang

•            Juara III : SMK Negeri 2 Pangkalpinang

 

F.           Tingkat SMA/SMK Putri

•            Juara I : SMK Negeri 2 Pangkalpinang

•            Juara II : SMAN 1 Pangkalpinang

•            Juara III : SMK Negeri 1 Pangkalpinang

 

G.          Tingkat Instansi

•            Juara I : RSUD Depati Bahrin Kabupaten Bangka

•            Juara II : BPTD Kelas III Bangka Belitung

•            Juara III : Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

 

H.          Tingkat Umum

•            Juara I : Pramuka SMANEDASS

•            Juara I : Pramuka SMAN 1 Payung Putri

•            Juara I : Pramuka SMAN 1 Simpang Rimba

 

2.           Karnaval

A.          Tingkat SD/Sederajat

•            Juara I : SD Negeri 6 Pangkalpinang

•            Juara II : SD Negeri 22 Pangkalpinang

•            Juara III : SD Negeri 18 Pangkalpinang

 

B.           Tingkat SMP/Sederajat

•            Juara I : SMP Negeri 2 Sungaiselan

•            Juara II : SMP Negeri 2 Pangkalpinang

•            Juara III : SLB Negeri Pangkalpinang

 

C.           Tingkat SMA/SMK/Sederajat

•            Juara I : SMA Negeri 1 Payung

•            Juara II : SMA Negeri 1 Pangkalpinang

•            Juara III : SMAN 2 Pangkalpinang

 

D.          Tingkat Instansi

•            Juara I : Pemerintah Desa Bangka Kota

•            Juara II : Pustu Primadesa Bangka Kota

•            Juara III : Pemerintah Desa Simpang Rimba

 

E.           Tingkat Umum

•            Juara I : Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Bangka Kota

•            Juara II : Pondok Kebun

•            Juara III : Pemuda Masjid Jamik Bersatu Pangkalpinang

 

3.           Sepeda Hias

A.          Tingkat SD/Sederajat

•            Juara I : Sepeda Sedatigaluh

•            Juara II : MIS Hidayatussalikin Pangkalpinang

•            Juara III : SD Negeri 14 Airgegas

 

B.           Tingkat SMP

•            Juara I : UPTD SMP Negeri 1 Pemali

•            Juara II : SMP Negeri 2 Pangkalan Baru

•            Juara III : Teratai Mekar, Generasi Hebat SMPN 5 Pangkalpinang

 

C.           Tingkat Umum

•            Juara I : Komunitas Ontel Jadul Keretak Bersatu

•            Juara II : Remaja Masjid Al-Hikmah Kincang Beguyur

 

4.           Motor Hias

A.          Tingkat SMA/SMK

•            Juara I : SMA Muhammadiyah Pangkalpinang

•            Juara II : SMKN 2 Pangkalpinang

•            Juara III : Pramuka MAN 1 Pangkalpinang

 

B.           Tingkat Instansi

•            Juara I : SD Negeri 6 Pangkalpinang

•            Juara II : Teacher Sedatigaluh Jaya

•            Juara III : DPMPTSP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

 

C.           Tingkat Umum

•            Juara I : Unit Donor Darah PMI Kota Pangkalpinang

•            Juara II : Merah Putih

•            Juara III : Perempuan Desa Air Mesu dan Air Mesu Timur

 

5.           Mobil Hias

A.          Tingkat Instansi/BUMN/BUMD

•            Juara I : KIP Timah Garuda / PT Timah (Persero) Tbk

•            Juara II : Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

•            Juara III : Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

 

B.           Tingkat Umum

•            Juara I : GS Decoration

•            Juara II : Persatuan Batak Islam (PBI) Kota Pangkalpinang

•            Juara III : Paguyuban Pasundan Babel

 

6.           Street Parade Drumband

A.          Tingkat Junior

•            Juara I : Drumband Gita Gemuruh SDANSA SDN 1 Pangkalpinang (Dengan Nilai 766,13)

•            Juara II : Drumband Gita Marcia SD Negeri 1 Riau Silip (Dengan Nilai 736,46)

•            Juara III : Drumband Widitra Dwijaswara SD Negeri 14 Pangkalpinang (Dengan Nilai 733,25)

 

B.           Tingkat Senior

•            Juara I : Marching Band Gema Persada MAN 1 Pangkalpinang (Dengan Nilai 830,25)

•            Juara II : Marching Band Mansajiran MAN 1 Bangka Barat (Dengan Nilai 807,30)

•            Juara III : Marching Band Putri Islamic Centre Yayasan Bahrul Ulum Islamic Centre (Dengan Nilai 792,20)

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Idris/IbnuEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pemprov Babel Lakukan Pembinaan Kapasitas Kader Posyandu se-Bangka Tengah

Thu, 09/17/2026 - 15:53

PANGKALPINANG — Upaya peningkatan kapasitas kader Posyandu terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel). Salah satunya melalui Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu se-Kabupaten Bangka Tengah di Ruang Pasir Padi Lantai 3 Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang, Kamis (17/9/2026). 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemnprov Babel Babel melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DinsosPMD) bersama Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini merupakan implementasi dari program unggulan Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB).

Guna suksesnya pelaksanaan kegiatan, penyelenggara mengundang perwakilan Ketua Posyandu desa/kelurahan beserta pengurus Posyandu. 

Gubernur Babel, Hidayat Arsani diwakili Kepala Dinas Sosial PMD Provinsi Babel, Darlan, mengatakan, berdasarkan amanah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, wajah dan peran Posyandu saat ini telah bertransformasi.

“Posyandu kita hari ini telah berganti wajah, yaitu Posyandu bukan lagi sekadar tempat menimbang bayi atau mengukur berat balita, tetapi lebih kepada layanan dasar yang paling dekat dengan lini keluarga dan desa,” ungkap Darlan saat membuka acara, sekaligus mewakili Ketua TP PKK Provinsi, Noni Hidayat Arsani.

Menurutnya, Posyandu kini diperluas fungsinya untuk mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kader Posyandu menjadi ujung tombak pelayanan nyata di masyarakat yang mengintegrasikan pilar keluarga sehat, keluarga tanggap lingkungan, hingga keluarga tangguh menghadapi bencana.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penanganan berbagai persoalan sosial di masyarakat membutuhkan keterlibatan aktif seluruh kader.

Persoalan seperti kemiskinan ekstrem, perlindungan anak, pemenuhan hak penyandang disabilitas, hingga kesejahteraan lansia, menurutnya lagi, membutuhkan kolaborasi dan deteksi dini agar dapat ditangani secara optimal.

Ia berpesan, agar kepala desa memastikan program Posyandu dengan 6 SPM ini masuk dalam perencanaan desa dan memiliki anggaran operasional yang memadai setiap tahunnya agar kegiatan dapat berkelanjutan.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda pada Dinas Kesehatan Provinsi Babel, Rita Agustina, selaku narasumber menyoroti pentingnya kepekaan kader terhadap isu-isu sosial dan kesehatan, khususnya pada kalangan remaja.

“Remaja sekarang menghadapi banyak masalah sosial. Kader dan orang tua harus peduli, tolong pantau pergaulan anak di kamar maupun di luar. Untuk remaja, kita fokus pada keterampilan seperti penerapan 'Isi Piringku', aktivitas fisik, dan pencegahan NAPZA,” jelas Rita.

Selain masalah remaja, Rita juga menekankan pentingnya ketelitian dan kompetensi kader dalam melakukan pengukuran dan pencatatan data gizi pada kurva Kartu Menuju Sehat (KMS).

Melalui kegiatan ini, diharapkannya, para kader dan pengurus Posyandu se-Kabupaten Bangka Tengah dapat saling bersinergi dan berkolaborasi dalam memberikan layanan kesehatan serta sosial yang berkualitas, demi menyongsong generasi dan sumber daya manusia tangguh untuk Indonesia Emas 2045.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: IbnuFotografer: Ibnu/FarisEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Kenyamanan Atlet Jadi Prioritas, PB Porprov VII Babel Tinjau Empat Venue di Kabupaten Bangka

Thu, 09/17/2026 - 14:55

PANGKALPINANG — Kenyamanan Atlet saat berkompetisi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ke VII tahun 2026, menjadi prioritas utama Panitia Besar (PB) Porprov VII Babel.

Komitmen tersebut diwujudkan PB Porprov VII Babel dengan memastikan kesiapan venue pertandingan, khususnya dari sisi fasilitas dan kenyamanan atlet.

Beberapa waktu lalu, Ketua PB Porprov VII Babel, Budi Utama, didampingi Wakil Ketua Hardian serta Sekretaris Panji Utama, meninjau empat venue pertandingan yang berlokasi di Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Budi Utama mengungkapkan bahwa empat venue yang ditinjau di Sungailiat, akan digunakan untuk cabang olahraga (cabor) pencak silat, senam, basket dan renang.

"Untuk venue senam, berlokasi di Jalan Singayudha Sungailiat, venue renang di Loka Tirta Sungailiat. Kemudian Venue Silat berlokasi di Gedung Olahraga Jalan Pramuka Sungailiat, sementara venue basket itu berlokasi di Sekolah YPK Air Kenanga," terang Budi Utama, di Pangkalpinang, Kamis (16/9/2026).

Dari empat venue itu, kata Budi, tiga kondisinya bagus. Sementara itu, venue senam masih memerlukan sejumlah perbaikan pada beberapa bagian. Terkait hal tersebut, Budi menegaskan, pihaknya telah menyampaikan catatan perbaikan kepada bidang pertandingan untuk segera ditindaklanjuti.

“Sudah kita sampaikan ke bidang pertandingan dan pihak terkait, Insyaallah venue senam ini masuk agenda perbaikan,” ujarnya.

Budi menegaskan, pihaknya akan terus melakukan peninjauan ke venue-venue pertandingan di daerah lainnya guna memastikan pelaksanaan Porprov VII Babel 2026 betul-betul dipersiapkan dengan maksimal.

Terpisah, Ketua KONI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ricky Kurniawan, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah proaktif Panitia Besar (PB) Porprov VII Babel dalam mematangkan persiapan pelaksanaan ajang olahraga tingkat provinsi yang digelar setiap empat tahun tersebut.

“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh langkah PB Porprov VII Babel, yang proaktif mematangkan persiapan event ini. Kami di KONI Babel juga intens berkoordinasi dengan PB Porprov, agar pelaksanan event ini sukses,” kata Ricky.

Dalam kesempatan itu, Ricky meminta kontingen kabupaten dan kota yang nantinya bertanding di Porprov VII Babel, dapat mempersembahkan kemampuan terbaik.

“Meski ada dihadapkan dengan sejumlah keterbatasan, semua pihak termasuk para atlet harus tetap memberikan kemampuan terbaik dan mempersembahkan prestasi,” katanya.

Ricky menambahkan, ia bersama Pengurus Provinsi (Pengprov) masing-masing cabang olahraga (cabor) terus berupaya mendorong atlet berprestasi agar dapat melanjutkan kiprahnya ke level nasional. Menurutnya, prestasi atlet tidak hanya ditargetkan pada ajang olahraga di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tetapi juga diharapkan mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional.

Ditanya soal delapan cabor baru yang dipertandingkan di Porprov VII Babel, Ricky mengaku menyambut baik hal tersebut. Ia menilai, dipertandingkannya 8 Cabor baru di Porprov VII Babel, merupakan sinyal berkembangnya olahraga di Bangka Belitung.

"Di Porprov VII ini ada 8 Cabor baru yang dipertandingkan, di antaranya Wushu, Bridge, Barongsai, Panjat Tebing, Senam, Tenis Meja, Sepak Takraw dan Binaraga," ungkapnya.

Menurutnya, dipertandingkannya delapan cabang olahraga (cabor) pada Porprov VII Babel 2026 menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap cabang olahraga tersebut. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menutup pernyataannya, Ricky berharap cabor baru dapat membuka ruang bagi munculnya atlet-atlet potensial yang mampu berkompetisi hingga tingkat nasional sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam perkembangan olahraga di Babel.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Humas Porprov BabelEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Kampanye Gemarikan di Air Mawar, Ketua Forikan Noni Hidayat Minta Orang Tua Sajikan Ikan secara Rutin

Wed, 09/16/2026 - 20:40

PANGKALPINANG — Pemenuhan protein hewani sejak dini menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mencegah stunting. Di Kelurahan Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, orang tua diajak membiasakan anak mengonsumsi ikan sebagai bagian dari menu keluarga.

Ajakan itu disampaikan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, dalam Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Pos PAUD Air Mawar, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan bertema “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045” tersebut menyasar kelompok rentan, khususnya ibu hamil serta bayi di bawah dua tahun (baduta).

Noni Hidayat mengatakan, pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Menurut dia, orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup.

“Di ruang lingkup keluarga, tentunya kita mau memiliki keturunan yang sehat, cerdas dan hebat ya. Kalau kita memiliki anak yang sehat, otomatis anak itu akan kita arahkan menjadi anak bisa mencapai cita-citanya,” ungkap Noni.

Ia mengatakan, Kecamatan Bukit Intan dipilih sebagai salah satu lokasi fokus prioritas penanganan stunting terintegrasi pada 2026 karena masih terdapat balita yang berisiko mengalami stunting.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang disampaikan Noni Hidayat, prevalensi stunting di Bangka Belitung mencapai 20,1 persen. Berdasarkan angka tersebut, kata Noni Hidayat, ada satu dari lima anak yang mengalami stunting.

Noni Hidayat menjelaskan stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik. Kondisi tersebut, lanjutnya, juga dapat berdampak pada perkembangan dan kemampuan belajar anak sehingga berpotensi memengaruhi kualitas kehidupan mereka pada masa mendatang.

Salah satu faktor yang berkaitan dengan stunting menurut Noni Hidayat, ialah kurangnya asupan gizi, termasuk protein hewani. Sebagai daerah kepulauan dengan sumber daya perikanan yang melimpah, lanjut dia, ikan dinilai dapat menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah diperoleh masyarakat.

“Ikan mengandung protein yang tinggi, omega-3, omega-6, vitamin D, serta berbagai mineral penting lainnya yang berperan besar dalam perkembangan otak dan pertumbuhan tinggi badan anak,” ucapnya.

Karena itu, Noni Hidayat menegaskan, pencegahan stunting dimulai dari kebiasaan makan di dalam keluarga.

Ia meminta kepada para orang tua untuk menyajikan ikan secara rutin, mengenalkan beragam olahan ikan kepada anak, memberi contoh dengan makan ikan bersama, serta tetap memantau tumbuh kembang anak melalui posyandu.

“Mari kita ubah kebiasaan makan kita menjadi kebiasaan sehat, karena setiap suapan ikan yang kita berikan adalah investasi bagi masa depan anak-anak kita semua,” ajaknya.

Dalam kegiatan tersebut, Noni juga menyerahkan makanan tambahan dan stimulus paket olahan hasil perikanan kepada sejumlah baduta dan ibu hamil.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yopi Wijaya, mengatakan Gemarikan merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan konsumsi ikan sekaligus mendukung pencegahan stunting dan gizi buruk.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menggalakkan program intervensi spesifik penanganan stunting melalui Gerakan Makan Ikan atau Gemarikan,” kata Yopi.

Intervensi, kata Yopi, ilakukan melalui penyaluran paket makanan olahan berbasis ikan oleh DKP Babel bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Yopi mengatakan program tersebut berfokus pada pemenuhan protein bagi kelompok rentan, sekaligus mendorong orang tua lebih memperhatikan kebutuhan gizi seimbang anak.

Berdasarkan pemetaan wilayah, kata Yopi, kasus stunting di Kota Pangkalpinang masih menjadi perhatian, termasuk Kecamatan Bukit Intan dan Kelurahan Air Mawar. Intervensi, lanjut dia, kemudian dilakukan secara bertahap di wilayah yang menjadi titik prioritas.

“Melalui kegiatan ini, kita mendorong agar para ibu-ibu lebih peduli dan konsern berkaitan dengan pemenuhan gizi seimbang, khususnya protein hewani dari ikan kepada anak-anaknya demi menjamin masa depan generasi emas Indonesia,” ujar Yopi.

Dalam Kampanye Gemarikan di Air Mawar, DKP Babel menyalurkan 120 goodie bag berisi paket olahan makanan berbasis protein ikan. Isinya antara lain bakso ikan, nugget ikan, ikan teri, dan berbagai olahan ikan lainnya, dengan menyasar ibu hamil, anak balita, dan baduta.

Setelah intervensi di Kelurahan Air Mawar, DKP Babel dijadwalkan melanjutkan kegiatan serupa di Puskesmas Air Hitam dan sejumlah lokasi lainnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Ibnu/FarizEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Gandeng PLN dan PT Pos Indonesia, Noni Hidayat Dorong UMKM Naik Kelas dan Adaptif

Wed, 09/16/2026 - 18:55

PANGKALPINANG — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggandeng PLN UP3 Bangka dan PT Pos Indonesia, menggelar kegiatan HUB UMK Babel Scale Up Bersama Pos Indonesia bertajuk Pelatihan Penguatan Supply Chain dan Perluasan Akses Pasar UMKM di Pulau Bangka Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula PLN UP3 Bangka, Rabu (16/9/2026), dengan diikuti para pelaku UMKM se-Pulau Bangka tersebut, dibuka langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani.

Dalam sambutannya, Noni Hidayat mendorong pelaku di Bangka Belitung untuk terus naik kelas. Ia menegaskan, UMKM di Bangka Belitung harus berani melihat peluang yang lebih luas, supaya bisa menembus pasar nasional hingga internasional.

"Pelaku UMKM di Bangka Belitung, harus berani melihat peluang yang lebih luas. Manfaatkan kemajuan teknologi, terus berinovasi, serta bangunlah jejaring seluas mungkin, supaya produk lokal kita mampu menembus pasar nasional bahkan internasional," ucap Noni Hidayat.

Selain itu, Noni Hidayat juga mendorong UMKM di Bangka Belitung untuk terus adaptif, tak hanya berorientasi pada kebutuhan konsumen skala lokal serta terus beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi.

"Kita tidak bisa jalan di tempat, kita harus mengikuti apa pun tren yang sedang terjadi. Kemudian, usaha kita ini jangan hanya terpaku pada produk yang dibutuhkan lokal, tapi kita juga harus memikirkan bagaimana caranya mengembangkan produk untuk tingkat nasional bahkan internasional," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Noni Hidayat juga menekankan tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya dalam mendukung perkembangan UMKM.

Menurut Noni Hidayat, salah satu langkah terbaik yang dapat dilakukan ketika pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran, yakni mencari dan membangun kemitraan.

“Sekarang sedang efisiensi anggaran, jadi solusi terbaik yang harus dilakukan, yakni menjalin kemitraan," ujarnya.

Noni Hidayat berharap, kegiatan ini dapat terus dilakukan, sehingga UMKM di Bangka Belitung tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang mengikuti perubahan zaman dan menjadi salah satu penggerak roda perekonomian daerah.

"Mau tidak mau kita harus terus belajar, harus terus mengikuti tren dan perkembangan yang ada,” ucapnya.

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Bangka, Muhammad Taufik, mengatakan pengembangan UMKM saat ini tidak cukup jika hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi.

Menurutnya, pelaku usaha juga perlu memiliki pemahaman mengenai rantai pasok yang kuat serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar usahanya dapat berkembang dan naik kelas.

“Pembinaan ini tidak cukup orientasi pada peningkatan kapasitas produksi, tapi juga bagaimana pelaku usaha bisa berpikir sampai pasok yang kuat serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Muhammad Taufik.

Untuk diketahui, dalam kesempatan itu PLN UP3 Bangka menyerahkan bantuan berupa sertifikat halal ke 10 UMKM binaan dan bantuan berupa alat produksi ke 5 UMKM binaan lainnya, sebagai wujud dorongan nyata dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, meningkatkan nilai tambah produk, kapasitas, efisiensi waktu, serta kualitas produksi.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: YoskaFotografer: Idris/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Wakili Gubernur, Pj. Sekda Salurkan Tali Asih ASN Peduli Babel dan KORPRI ke Keluarga Almarhum Harrie Patriyadi

Wed, 09/16/2026 - 14:32

BANGKA – Wujud nyata kepedulian sesama kembali ditunjukkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel). Melalui gerakan ASN Peduli Babel, mewakili Gubernur Babel, Hidayat Arsani, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Babel, Fery Afriyanto menyalurkan langsung kepada tali asih tersebut kepada keluarga almarhum Harrie Patriyadi, seorang ASN yang semasa hidupnya bertugas di Cabang Dinas ESDM Wilayah Kabupaten Bangka.

Penyerahan tali asih tersebut berlangsung Rabu (16/9/2026), di kediaman pribadi almarhum di Sungailiat, dan diterima oleh dr. Dian selaku istri dari almarhum Harrie.

Total bantuan tali asih yang disalurkan dari solidaritas para pegawai mencapai Rp6.850.000, yang juga dilengkapi dengan santunan dari DP KORPRI Babel sebesar Rp5.000.000.

Mewakili Gubernur Hidayat, Pj. Sekda Babel, Fery Afriyanto, menyampaikan, tali asih ini merupakan wujud rasa empati, kebersamaan, dan bentuk dukungan moral dari seluruh keluarga besar Pemprov Babel kepada anggotanya yang sedang tertimpa musibah.

Diharapkan Pj. Sekda, bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban serta memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Selain santunan di atas, kata Pj. Sekda, keluarga almarhum juga akan mendapatkan santunan dari Taspen, yang saat ini masih dalam proses administrasi di Taspen.

Menerima kepedulian tersebut, dr. Dian mewakili keluarga almarhum menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Babel dan rekan-rekan sejawat almarhum.

Bantuan dan doa yang mengalir diakuinya, menjadi penguat bagi keluarga di masa-masa sulit.

Turut hadir mendampingi Pj. Sekda dalam kunjungan silaturahmi tersebut di antaranya jajaran pengurus ASN Peduli Babel, perwakilan DP KORPRI Babel, serta Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Bangka, Lisbagyo.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Tim IKP Diskominfo BabelFotografer: Tim IKP Diskominfo BabelEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Digemari Wisatawan, TP-PKK Babel Dorong Pantiaw jadi Sumber Penghasilan Tambahan Baru Bagi Keluarga di Belinyu

Thu, 09/10/2026 - 21:36

BANGKA — Pantiaw khas Belinyu digemari oleh wisatawan yang berkunjung, dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk usaha yang mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.

Namun, pengembangan kuliner berbahan dasar ikan tersebut masih menghadapi keterbatasan jumlah pelaku usaha dan persoalan kemasan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam Pelatihan Vocational Pengolahan Hasil Perikanan dan Edukasi Peningkatan Daya Saing di Kelurahan Kutopanji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Kamis (10/9/2026).

Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, melalui Ketua Bidang II Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Sri Hadiyati Yunan Helmi, mengatakan pantiaw merupakan salah satu makanan khas Belinyu yang telah dikenal dan cukup digemari wisatawan.

Namun, menurutnya, jumlah pelaku UMKM yang memproduksi pantiaw saat ini masih terbatas. Kemasan produk, lanjut dia, juga perlu mendapat perhatian agar pantiaw semakin menarik dan mampu bersaing di pasaran.

“Melalui pelatihan ini, ibu-ibu dapat memiliki keterampilan untuk mengolah hasil perikanan menjadi produk yang lebih bernilai dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha,” kata Sri Hadiyati.

Sri Hadiyati mengatakan, potensi hasil perikanan di Bangka Belitung yang melimpah dapat menjadi bahan baku untuk menghasilkan berbagai produk pangan bernilai tambah.

Karena itu, lanjut dia, TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong lahirnya wirausaha baru, yang dapat mengembangkan pantiaw, menjadi salah satu sumber tambahan penghasilan baru bagi keluarga di Belinyu.

Dalam kesempatan itu, Sri Hadiyati menekankan, kualitas produk menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing. Menurutnya, makanan yang enak dan bergizi perlu didukung kebersihan serta kemasan yang menarik agar lebih mudah diterima pasar.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan teori mengenai pembuatan pantiaw khas Belinyu, tetapi juga langsung mempraktikkannya. Peserta diajarkan mulai dari membuat adonan hingga mengemas produk agar terlihat lebih menarik.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: FerdinanEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP-PKK Babel Bekali Kader UP2K Keterampilan Pengolahan Hasil Perikanan

Thu, 09/10/2026 - 20:51

BANGKA — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus mendorong peningkatan keterampilan kader dalam mengembangkan potensi ekonomi keluarga.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Vocational Pengolahan Hasil Perikanan dan Edukasi Peningkatan Daya Saing di Kelurahan Kutopanji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan dibuka Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noni Hidayat Arsani, melalui Ketua Bidang II Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Sri Hadiyati Yunan Helmi, dan turut dihadiri para pengurus TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kabupaten serta desa/kelurahan.

Sri Hadiyati mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan kader TP-PKK yang tergabung dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

“Alhamdulillah hari ini kita memberikan pelatihan vokasional untuk kader TP-PKK yang tergabung dalam UP2K sebagai upaya peningkatan penghasilan keluarga,” ujar Sri Hadiyati.

Menurut Sri Hadiyati, pelatihan tidak hanya memberikan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai bagaimana produk yang dihasilkan dapat memiliki nilai ekonomi dan dikembangkan menjadi peluang usaha.

Terlebih, kata dia, Bangka Belitung memiliki potensi hasil perikanan yang melimpah sehingga perlu diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.

Sri Hadiyati berharap, keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Ia juga mendorong agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi kegiatan produktif di masing-masing wilayah.

“Pelatihan ini, kami harapkan tidak berhenti pada pembelajaran saja, tetapi bisa dilanjutkan dengan praktik dan pengembangan usaha oleh masyarakat,” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengolahan hasil perikanan sekaligus edukasi peningkatan daya saing produk. Materi yang diberikan mencakup kualitas, kebersihan, kemasan hingga nilai jual.

Setelah mendapatkan teori dari narasumber, peserta kemudian langsung mempraktikkan pengolahan produk, mulai dari proses pembuatan hingga pengemasan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara serta penyerahan bantuan peralatan pelatihan kepada TP-PKK Kelurahan Kutopanji, TP-PKK Kelurahan Belinyu dan TP-PKK Desa Karya Makmur.

Bantuan berupa panci kukusan besar, kompor gas, kuali dan berbagai peralatan dapur lainnya tersebut, diharapkan dapat mendukung kegiatan UP2K di tiga wilayah tersebut.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat untuk membantu usaha UP2K. Tolong dijaga baik-baik dan semoga ke depannya kita akan berikan kepada desa-desa yang lain,” tutup Sri Hadiyati.

 

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: FerdinanEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

PB Porprov Babel Terima Kunjungan DPRD dan Pengurus KONI Beltim, Pastikan Kontingen Peroleh Fasilitas Layak

Thu, 09/10/2026 - 20:08

PANGKALPINANG — Ketua Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Babel, Budi Utama, melalui Sekretaris Umum, Panji Utama beserta jajaran, menerima kunjungan Ketua dan Anggota Komisi III DPRD, serta Pengurus KONI Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Kehadiran mereka di Sekretariat PB Porprov VII, GOR Sahabudin, Kamis (10/9/2026) tersebut, untuk memastikan kontingen daerahnya memperoleh fasilitas yang layak selama mengikuti Porprov VII Babel.

"Ada beberapa hal yang kami ingin pastikan agar atlet dari Belitung Timur memperoleh fasilitas yang layak saat Porprov VII berlangsung, di antaranya, pengaturan keberangkatan dan kepulangan atlet berdasarkan jadwal pertandingan," kata Ketua Komisi III DPRD Beltim, Akhirudin.

Di kesempatan yang sama, Ketua KONI Belitung Timur, Hendro, menilai komunikasi langsung dengan panitia penting dilakukan agar kebutuhan kontingen dapat dipersiapkan sebelum pertandingan berlangsung. "Terima kasih, Pak Sekretaris Umum PB, telah menerima kunjungan kami hari ini," tutur Hendro.

Sementara, Ketua PB Porprov VII Babel, Budi Utama, melalui Sekretaris Umum, Panji Utama memastikan kebutuhan kontingen menjadi bagian penting dalam persiapan penyelenggaraan.

Koordinasi sejak awal dinilai penting, agar atlet dapat berkonsentrasi penuh selama menghadapi pertandingan.

Menurut Panji, kesiapan penyelenggaraan Porprov tidak hanya menyangkut venue pertandingan. Fasilitas pendukung, lanjut dia, termasuk penginapan dan pengaturan mobilitas kontingen, juga perlu dipastikan sejak awal.

"Segala kebutuhan, mulai dari venue, jadwal tanding, penginapan atlet, hingga fasilitas pendukung, harus dikoordinasikan sejak awal, supaya pelaksanaan Porprov berjalan baik dan atlet dapat berkonsentrasi pada pertandingan," ucap Panji.

Panji mengatakan, kunjungan Komisi III DPRD dan KONI Belitung Timur menjadi ruang koordinasi untuk menghimpun kebutuhan serta masukan terkait persiapan kontingen.

Dengan demikian, lanjut Panji, kebutuhan kontingen dapat dipetakan lebih awal. "Kami menyambut baik kunjungan Komisi III DPRD dan KONI Belitung Timur. Masukan yang disampaikan menjadi bahan koordinasi bagi PB Porprov dalam memastikan kesiapan venue dan fasilitas pendukung bagi kontingen,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas kesiapan venue yang akan digunakan selama Porprov, alternatif penginapan kontingen, pengaturan kedatangan dan kepulangan atlet berdasarkan jadwal pertandingan, hingga kebutuhan fasilitas pendukung selama kompetisi.

Porprov VII Babel sendiri, dikatakannya, dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026 mendatang dengan mempertandingkan 26 cabang olahraga.

Ajang olahraga empat tahunan tingkat provinsi tersebut, akan digelar di tiga wilayah kabupaten dan kota di Bangka Belitung, di antaranya di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Akhirudin didampingi Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Timur Zulchaidir dan Anggota Oscar Habib.

Hadir pula Sekretaris KONI Belitung Timur Ferizal, Kabid Binpres Rahyu Ahmad Ginanjar, serta jajaran pengurus KONI Belitung Timur.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Humas PB PorprovEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Noni Hidayat Ajak Anak Berani Tolak Terhadap Narkoba dan Hentikan Perundungan

Wed, 09/09/2026 - 14:13

PANGKALPINANG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, mengajak anak-anak di Negeri Serumpun Sebalai, berani mengatakan menolak terhadap narkoba, dan tidak tinggal diam alias menghentikan ketika menghadapi atau menyaksikan perundungan dan kekerasan.

Menurut Noni, keberanian anak untuk menolak narkoba dan melaporkan tindakan perundungan maupun kekerasan perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka antara anak, orang tua dan tenaga pendidik.

“Untuk itu, kepada para orang tua dan tenaga pendidik, mari bangun komunikasi terbuka dengan anak-anak kita, supaya berani menolak narkoba dan melaporkan perundungan maupun kekerasan yang dialami atau dilihat di lingkungan sekitar,” kata Noni Hidayat dalam sambutannya, saat Sosialisasi dan Deklarasi Cegah Narkoba, Perundungan dan Kekerasan di GOR Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (9/9/2026).

Noni Hidayat mengatakan, perlindungan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak. Menurut dia, keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat, memiliki peran yang sama penting dalam memastikan anak tumbuh di ruang yang aman dan sehat.

Lebih lanjut Noni Hidayat menekankan, bahwa anak berhak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang nyaman, sehat, serta terbebas dari narkoba, perundungan dan kekerasan.

“Acara ini bukan hanya seremonial. Ini janji dan komitmen kita untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Belitung, Hastari Wardianti Djoni Alamsyah, menilai edukasi mengenai bahaya narkoba, perundungan, dan kekerasan perlu diberikan sejak usia dini.

“Dari kecil sudah kita cegah. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini akan berlanjut terus sehingga anak kita menjadi generasi emas 2045 yang hebat,” ujar Hastari.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darlan, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan sekaligus pembekalan bagi anak agar mampu melindungi diri.

“Kita mengharapkan mereka menjadi generasi yang bebas dari narkoba, perundungan, dan menjadi generasi yang berkarakter, cerdas, serta hebat di masa depan,” kata Darlan.

Kegiatan diawali dengan senam BERANI (Bergerak Aktif Bersama Bunda Noni), kemudian dilanjutkan dengan Deklarasi Cegah Narkoba, Perundungan, dan Kekerasan yang dipimpin Darlan.

Sesi sosialisasi, menghadirkan Agus Handoko dan Ustaz Arumuzwara sebagai narasumber, dengan Sekretaris II TP-PKK Babel sebagai moderator.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan perlindungan anak sebagai gerakan yang dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga, sekolah, pertemanan, hingga masyarakat.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Jadi Pintu Masuk Layanan Dasar Masyarakat, Noni Hidayat Dorong Kader Posyandu Terus Tingkatkan Kapasitas

Tue, 09/08/2026 - 20:33

BELITUNG TIMUR — Posyandu kini tak lagi sekadar menjadi tempat menimbang balita, serta memantau kesehatan ibu dan anak. Perannya telah bertransformasi menjadi pintu masuk pelayanan dasar masyarakat, melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Hal itu dituturkan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darlan, saat membacakan sambutan Ketua Tim Pembina Posyandu Babel, Noni Hidayat Arsani, dalam Rapat Koordinasi Posyandu Enam SPM se-Pulau Belitung, yang berlangsung di Auditorium Zahari MZ, Belitung Timur, Selasa (8/9/2026).

"Transformasi layanan posyandu melalui enam SPM, merupakan upaya pemerintah mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat," tutur Darlan.

Ketua Tim Pembina Posyandu, sambung Darlan mendorong para kader Posyandu agar terus meningkatkan kapasitas, seiring meluasnya peran Posyandu.

Ia melanjutkan, kader posyandu tidak hanya dituntut mampu mengenali persoalan masyarakat sejak dari keluarga, tetapi juga menjadi penghubung dengan perangkat daerah terkait untuk memastikan persoalan sosial yang ditemukan di lapangan mendapat penanganan.

"Melalui enam SPM, persoalan sosial di masyarakat seperti data kemiskinan, deteksi dini gizi buruk, lansia telantar, serta hak penyandang disabilitas, dapat dideteksi lebih cepat dan dikawal bersama secara inklusif," ucapnya.

Lebih lanjut Darlan menyampaikan tentang pentingnya kerjasama lintas sektor dalam menjalankan enam SPM. Transformasi posyandu, lanjut Darlan, tidak akan berjalan tanpa ada koordinasi yang baik antara perangkat daerah dan jajaran Posyandu di seluruh tingkatan.

“Enam bidang ini butuh komitmen kolektif bersama, supaya bisa berjalan dengan baik," tutupnya.

Rakor Posyandu Enam SPM se-Pulau Belitung, diikuti pengurus Posyandu tingkat kecamatan, kelurahan dan desa, para kepala desa, serta perangkat daerah pengampu enam SPM dari Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.

Dalam rakor tersebut, sejumlah narasumber, meliputi Darlan dan Nurul Huda dari Dinsos PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arifiyanto dari Dinas PUPR, Rita Agustina dari Dinas Kesehatan, serta Marwiyah dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memaparkan berbagai materi.

Untuk diketahui, Enam bidang SPM yang menjadi cakupan Posyandu meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Pada bidang kesehatan, kader mendukung pemeriksaan ibu hamil, pemantauan balita, imunisasi, penimbangan, skrining penyakit, dan pemantauan gizi. Di bidang pendidikan, perannya mencakup layanan PAUD, edukasi keluarga dan literasi.

Sementara bidang pekerjaan umum berkaitan dengan akses air bersih dan sanitasi, bidang perumahan rakyat berkaitan dengan pendataan rumah layak huni dan lingkungan sehat, bidang sosial dengan informasi dan konsultasi bantuan sosial, sedangkan ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat mencakup edukasi keamanan serta kesiapsiagaan bencana.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Tim PB Porprov VII Babel Mulai Periksa Keabsahan Dokumen Asli 2.187 Atlet

Tue, 09/08/2026 - 19:30

PANGKALPINANG — Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ke-VII tahun 2026, Pengurus Besar (PB) Porprov Babel terus mematangkan persiapan administrasi para peserta yang akan bertanding.

Salah satunya, saat ini, memasuki pendaftaran tahap ketiga. Tim PB Porprov mulai melakukan verifikasi dan keabsahan dokumen asli 2.187 atlet.

Ketua PB Porprov 2026, Budi Utama melalui Sekretaris PB Porprov VII, Panji Utama menyampaikan, pendaftaran tahap III ini menjadi langkah krusial untuk memastikan legalitas para peserta yang akan bertanding di ajang Porprov VII.

Verifikasi dilakukan sesuai jadwal dengan pemeriksaan dokumen asli keabsahan mencakup KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kelahiran.

​"Kemarin (7/9/2026) jadwal pemeriksaan dokumen asli keabsahan untuk Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur, hari ini (8/9/2026) verifikasi untuk Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka Barat. Sedangkan besok (9/9/2026) dilanjutkan untuk Bangka dan Bangka Tengah. Kota Pangkalpinang pada Kamis (10/9/2026)," jelas Panji di GOR Sahabudin, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (8/9/2026).

​Dalam pelaksanaannya, Panji mengungkapkan lebih lanjut, Subbidang Data dan Keabsahan PB Porprov melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Keterlibatan Dukcapil bertujuan untuk mengecek dan memastikan keabsahan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta keaslian dokumen KTP yang dibawa oleh tim aju dari masing-masing kontingen.

Sementara itu, ​Kepala Bidang Keabsahan PB Porprov VII, Fitrayani mengatakan, pada pelaksanaan Porprov VII, tim keabsahan mulai melakukan verifikasi terhadap 2.187 atlet.

Dia menegaskan status data atlet tidak ada lagi pergantian atau perubahan peserta. "Ada 2.187 atlet dari 26 cabang olahraga yang saat ini sedang diverifikasi keabsahannya. Untuk atlet sekarang sudah tidak boleh lagi ada pergantian. Jadi, berdasarkan surat dari PB, batas akhir perubahan data telah ditetapkan sampai tanggal 3 September lalu," ujar Fitrayani.

​Dalam tahapan verifikasi ini, tim pemeriksa fokus mengecek keabsahan dokumen kependudukan melalui data Catatan Sipil serta kelengkapan surat mutasi atlet dari masing-masing daerah.

​​Setelah tahapan pemeriksaan dokumen daerah selesai, kata Fitrayani, maka proses akan berlanjut ke verifikasi tingkat Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor).

​"Setelah verifikasi ini selesai, dilanjutkan dengan verifikasi dari Pengprov Cabor dan proses berikutnya hingga akhirnya diterbitkan Surat Keputusan (SK) resmi oleh PB Porprov sebagai data final," ucap Fitrayani.

Fitrayani menegaskan komitmennya dalam memverifikasi keabsahan dokumen para atlet yang akan bertanding. Proses verifikasi ini mencakup pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), hingga akta kelahiran guna memastikan status keikutsertaan atlet, baik dari lokal Bangka Belitung (Babel) maupun luar daerah.

​Melalui tahapan keabsahan ini, Fitrayani berharap atlet-atlet yang dinyatakan lolos tidak hanya sekadar memperkuat kontingen kabupaten atau kota masing-masing pada Porprov mendatang, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan di level yang lebih tinggi.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Yoska/FerdinanEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP-PKK Babel Bekali Kader Posyandu Belitung Keterampilan Olah Pangan Lokal Melalui Orientasi Pendidikan Gizi

Mon, 09/07/2026 - 20:55

PANGKALPINANG — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memberikan pembekalan bagi kader Posyandu Belitung keterampilan olahan pangan melalui Orientasi Pendidikan Gizi Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal.

Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus PKK di Pulau Belitung di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Belitung, Senin (7/9/2026) ini bertujuan memperkuat peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pencegahan stunting di tengah masyarakat.

Peserta orientasi dibekali berbagai materi praktis, mulai dari teknik pengolahan makanan, perhitungan gizi sederhana menggunakan alat rumah tangga sehari-hari, hingga penyusunan variasi menu harian.

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, melalui Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD), Darlan, menuturkan bahwa kader memiliki peran strategis untuk mendampingi dan mengedukasi keluarga secara langsung.

"Kader adalah sosok yang paling dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajarkan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal dan tidak sulit didapat. Bahan pangan lokal seperti ikan, telur, tahu, tempe, hingga sayuran di sekitar kita punya gizi luar biasa," tutur Darlan.

Darlan menuturkan, melalui pelaksanaan orientasi ini, para kader dapat membawa pulang keterampilan baru untuk mewujudkan generasi Bangka Belitung yang sehat, cerdas dan bebas stunting.

Sementara itu, Staff Ahli Bidang 1 TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, drg. Suniti, menyambut positif pelatihan ini. Ia menilai materi yang diberikan sangat aplikatif dan mudah diterapkan oleh para kader saat turun ke lapangan.

"Pelatihannya sangat praktis. Tanpa timbangan pun kader diajari menakar gizi pakai takaran sederhana seperti gelas. Selain itu, kader dibekali cara menyusun menu dan pelaporan kerja yang tertata rapi," ungkap Suniti.

Selain mendapat pembekalan tentang Keterampilan Olah Pangan Lokal, para peserta juga mendapat sosialisasi tentang transformasi Posyandu sesuai Permendagri No. 13 Tahun 2024.

Dalam kesempatan itu, turut dilakukan pula penyerahan buku Besti (Buku Resep Tumbuh Tinggi Bunda Noni), yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, melalui Kepala Dinsos PMD, Darlan, yang diterima langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Belitung, Hastari Wardianti Djoni Alamsyah.        

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP PKK Babel Luncurkan Buku "BESTI" Karya Noni Hidayat Arsani, Jawaban Pertanyaan Para Ibu

Mon, 09/07/2026 - 19:14

BELITUNG — Makanan sehat dan bergizi untuk anak, tidak selalu harus mahal. Pangan lokal yang ada di sekitar rumah pun dapat diolah menjadi menu bergizi dan menarik bagi anak.

Semangat tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, melalui peluncuran inovasi praktis berupa BESTI (Buku Resep Tumbuh Tinggi Bunda Noni) dalam acara Orientasi Pendidikan Gizi PMT Berbasis Pangan Lokal di ruang pertemuan Bupati Belitung, Selasa (7/9/2026).

Buku BESTI hadir untuk menjawab beragam pertanyaan para ibu dan kader Posyandu dalam menyusun menu makanan harian anak yang bergizi, lezat, dengan harga terjangkau.

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Staf Ahli Bidang 1 TP PKK Kepulauan Bangka Belitung, drg. Suniti. Menurutnya, buku karya Noni Hidayat Arsani ini sangat membantu masyarakat di lapangan.

"Melalui BESTI, kita dibekali pilihan menu resep dari Ketua kita untuk mengatasi kebingungan dalam menentukan menu harian. Kalau Ibu bingung atau bosan, tinggal mengintip buku Bestie-nya," ujarnya.

Suniti juga memuji materi pelatihan gizi yang diajarkan secara sederhana dan praktis. Kader diajarkan mengukur gizi menggunakan peralatan rumah tangga yang ada, seperti gelas bekas minuman, serta memanfaatkan bahan pengganti protein lokal secara optimal.

Noni Hidayat Arsani menegaskan, bahan pangan di sekitar Bangka Belitung, seperti ikan, telur, tahu, tempe, dan sayuran lokal, memiliki gizi yang sangat tinggi.

"Mari kita ubah cara pandang masyarakat, jangan ada anggapan makanan sehat itu harus mahal. Pangan lokal adalah kekuatan kita untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting," tegas Noni.

Lewat kehadiran buku BESTI dan kepedulian TP PKK Babel, pemenuhan gizi anak kini jadi lebih mudah, murah, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Idris Af/ FarisEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pages